Processor
Processor adalah otak
yang menerima instruksi proses sebelum kemudian meneruskannya ke hardware
lainnya. Processor sendiri memiliki tiga bagian
yang mengendali komputer yang menjadi tenaga pelaksana dari seluruh perintah
yang dieksekusi masing-masing bagian mempunyai kegunaan yang berbeda.
Bagian pertama adalah
Arithmatics Logical Unit (ALU) yang berfungsi sebagai pusat dari segala
perhitungan matematis untuk menjalankan suatu perintah yang dilaksanakan oleh
sebuah sistem komputer.
Bagian kedua adalah
Sebagai Control Unit (CU) yang memiliki fungsi sebagai pengatur semua lalu
lintas data maupun perhitungan yang dikerjakan oleh Processor.
Bagian ketiga adalah
sebagai Memory Unit (MU) yang fungsinya adalah sebagai unit pendukung , dimana
perintah-perintah yang sering dipakai oleh processor akan disimpan sementara di
bagian ini.
Jadi intinya Processor
memiliki bagian yang berfungsi untuk menjalankan suatu perintah,
mengatur/mengontrol alur kerja, dan menyimpan perintah tersebut sementara di
processor.
Saat ini Komputer baru
yang memakai processor Intel sudah mulai memakai keluarga Intel Core i. Ada
yang dinamakan Core i3, Core i5, dan Core i7. Ketiganya adalah pengganti resmi
dari jajaran prosesor Intel Core2 (Core2 solo, Core2 DuoCore2 Quad).
Penguraian tentang Intel Prosessor Core i3,i5 dan i7
Nehalem
Semua prosesor Intel dengan nama Core i dibangun dengan dasar arsitektur yang diberi nama Nehalem. Secara sederhana, arsitektur baru ini menawarkan performa yang lebih tinggi dengan pengaturan konsumsi daya yang jauh lebih baik. Ada beberapa hal yang merupakan keunggulan dari arsitektur Nehalem secara umum, jika dibandingkan dengan arsitektur Core sebelumnya:
Semua prosesor Intel dengan nama Core i dibangun dengan dasar arsitektur yang diberi nama Nehalem. Secara sederhana, arsitektur baru ini menawarkan performa yang lebih tinggi dengan pengaturan konsumsi daya yang jauh lebih baik. Ada beberapa hal yang merupakan keunggulan dari arsitektur Nehalem secara umum, jika dibandingkan dengan arsitektur Core sebelumnya:
Penggabungan komponen
Pada Nehalem, ada beberapa komponen yang digabungkan menjadi satu di dalam
prosesor. Hal yang paling penting adalah penggabungan pengendali memori (RAM)
ke dalam prosesor. Sebelumnya, pengendali ini terletak di luar prosesor. Dengan
dimasukkannya pengendali memori ke dalam prosesor, kecepatan aliran data antara
prosesor dan memori menjadi lebih tinggi. Pada prosesor Core i3 M, Core
i5 M, dan Core i7 M, Intel bahkan memasukkan VGA-nya ke dalam prosesor. Hal
tersebut tentu saja membuat kemampuan VGA menjadi lebih baik dibandingkan VGA
onboard terdahulu.
Efisiensi daya,maksimalisasi performa
Pada Core2 Duo (prosesor dengan 2 inti prosesor/2 core), jika kecepatan
prosesor adalah 3 GHz, itu berarti kedua inti prosesor bekerja dengan kecepatan
3 GHz. Saat prosesor beristirahat, keduanya akan turun kecepatannya secara
bersamaan juga.
Jadi, kalau ada software yang hanya bisa menggunakan 1 inti prosesor (contoh: Apple itunes), kedua inti prosesor akan bekerja pada kecepatan tertingginya (3 GHz). Satu inti prosesor bekerja mengolah data, sementara inti lainnya hanya ikut-ikutan menaikkan kecepatan tanpa mengolah data.
Jadi, kalau ada software yang hanya bisa menggunakan 1 inti prosesor (contoh: Apple itunes), kedua inti prosesor akan bekerja pada kecepatan tertingginya (3 GHz). Satu inti prosesor bekerja mengolah data, sementara inti lainnya hanya ikut-ikutan menaikkan kecepatan tanpa mengolah data.
Pada Nehalem, kondisinya berbeda. Contohnya pada Core i3 (2 inti prosesor/2
core), kondisi di atas hanya akan membuat 1 inti prosesor bekerja dan
menggunakan kecepatan maksimumnya. Sementara 1 inti prosesor yang tidak
terpakai akan tetap beristirahat untuk menghemat energi.
Hyper-Treading
Berkemampuan untuk mensimulasikan jumlah processor yang ada untuk bekerja
secara multi-proccess . Ada bagian-bagian dari inti prosesor tersebut yang tidak
terpakai saat sebuah perintah diberikan padanya. Penyebabnya adalah perintah
tersebut mungkin memang tidak memanfaatkan bagian tertentu dari prosesor. Lalu,
bagaimana caranya kita bisa memanfaatkan bagian yang tidak bekerja tersebut?
Intel menamakan teknologi pemaksimalan kerja prosesor tersebut dengan nama Hyper-threading(HT).
Sebuah inti prosesor yang memiliki teknologi HT akan dikenal oleh Operating
System (contoh: Windows7) sebagai 2 inti prosesor. Jadi, Operating System dapat
memberikan 2 pekerjaan pada sebuah inti prosesor. Hal ini membuat prosesor
berbasis Nehalem mampu bekerja lebih maksimal dibandingkan pendahulunya.
Arrandale
Nama ini kami angkat
untuk membedakan Core i7 QM dengan Core i7 M, Core i5 M dan Core i3 M. Saat
ini, Core i7 QM masih menggunakan teknologi Nehalem 45 nm. Meski bertenaga
besar sekali, teknologi 45 nm pada Core i7 membuatnya bekerja sedikit lebih
panas. Selain itu, Core i7 QM juga tidak memiliki VGA di dalam prosesor
berinti 4-nya (Quad core).
Arrandale adalah kode
untuk prosesor berbasis Nehalem untuk notebook yang menggunakan teknologi 32 nm
dan memiliki VGA terintegrasi di dalam prosesor. Saat ini, Arrandale hanya
memiliki jumlah inti prosesor maksimum 2 (dual core). Akan tetapi, performanya
tetap tinggi dan suhu kerjanya cenderung lebih dingin dibandingkan Core i7.
Turbo Boost
Kemampuan ini adalah fitur unggulan dari sebagian besar prosesor dengan
teknologi Nehalem. Ide dasarnya adalah HUGI (Hurry Up and Get Idle). Teorinya
adalah jika sebuah pekerjaan diselesaikan lebih cepat, prosesor akan bisa
beristirahat lebih cepat dan menghemat lebih banyak energi.
Pada umumnya, tiap prosesor memiliki batas maksimum konsumsi daya. Mari
kita ambil contoh Core i5 (2 inti prosesor/core) yang kisaran batas konsumsi
dayanya adalah sekitar 35 Watt. Jika VGA dan pengendali memori di dalam Core i5
memakan 10 W dan hanya 1 inti prosesor yang terpakai, konsumsinya hanya 22.5W,
bukan? Lalu, bagaimana caranya prosesor dapat menyelesaikan pekerjaan dengan
lebih cepat, sementara software tidak menggunakan inti ke-2 yang tersedia?
Sisa jatah konsumsi daya yang 12.5W dapat digunakan Core i5 untuk melakukan
Turbo boost. Yang terjadi adalah (pada Core i5-430M, 2.2GHz), kecepatan 1
intinya bisa dinaikkan hingga 2.53 GHz. Hal ini dilakukan dengan memanfaatkan
sisa jatah konsumsi daya dan memperhatikan temperature prosesor. Jadi, prosesor
35W ini tidak akan melampaui konsumsi dayanya, dan tidak akan kepanasan.
Sementara itu, software dapat menyelesaikan pekerjaan lebih cepat.
Perbandingan Intel Processor Core i3,
i5, i7
Core i7 QM
Prosesor notebook Core i7 QM memiliki kemampuan tertinggi. Tidak ada VGA di
dalam prosesor ini, tapi 4 inti prosesor (quad core), kecepatan tinggi, dan
Turbo boost adalah andalan utamanya. Prosesor dengan 4 core dan hyper-threading
ini akan dideteksi Windows seakan memiliki 8 inti prosesor! Jika Anda
membutuhkan performa notebook tertinggi yang bahkan mampu bersaing dengan
desktop, ini adalah pilihannya. Umumnya, notebook dengan Core i7 akan memiliki
VGA khusus. Jadi, gamer, pengguna aplikasi grafis (Adobe Photoshop, 3ds Max),
dan pencinta performa tinggi akan menyukainya. Tentu saja, ada harga yang harus
dibayar untuk performa yang tinggi ini.
Core i7 M
Prosesor ini adalah
Arrandale (2 inti prosesor) dengan performa terbaik. Teknologi 32 nm membuatnya
bekerja dengan suhu relative rendah. Kecepatan tinggi, Hyper-threading, dan
Turbo boost membuatnya memiliki performa tinggi. Apabila dipadu dengan VGA
tambahan, notebook berbasis Core i7 M akan menjadi pilihan yang sangat baik
bagi pencinta performa tinggi. Kemampuannya bahkan dapat bersaing dengan Core
i7 QM. Tentu saja, dengan harga yang relatif lebih terjangkau.
Core i5 M
Notebook dengan prosesor ini memang memiliki 2 inti prosesor (dual core).
Akan tetapi, tersedianya Hyper-threading membuatnya tampil seakan memiliki 4
inti prosesor. Turbo boost menjadi andalannya dalam hal performa. Sementara
itu, VGA terintegrasinya sudah mencukupi untuk pemutaran film HD 1080p, bahkan
film Blu-Ray. Jika perlu, beberapa game 3D ringan pun bisa dimainkannya. Jika
Anda menginginkan performa tinggi dengan mobilitas baik, Core i5 adalah pilihan
yang baik. Harganya pun tidak mencekik.
Core i3 M
Meski tidak dilengkapi Turbo boost, performa Core i3 tetap memikat.
Hyper-threading membuat kemampuannya dapat dipakai secara maksimal. VGA-nya pun
sudah lebih dapat diandalkan dibandingkan VGA onboard terdahulu. Jika dana Anda
terbatas namun menginginkan performa dari arsitektur terbaik Intel, Core i3
adalah pilihan yang jauh lebih unggul dibandingkan Core2 Duo.
KELEBIHAN DAN KAKURANGAN DARI CORE I3, I5, I7
A. Core i7 QM
Klebihan,Prosesor Core i7 QM memiliki kemampuan tertinggi. Tidak ada VGA di dalam
prosesor ini, tapi 4 inti prosesor (quad core), kecepatan tinggi, dan Turbo
boost adalah andalan utamanya. Prosesor dengan 4 core dan hyper-threading ini
akan dideteksi Windows seakan memiliki 8 inti prosesor! Jika Anda membutuhkan
performa notebook tertinggi yang bahkan mampu bersaing dengan desktop, ini
adalah pilihannya. Umumnya, notebook dengan Core i7 akan memiliki VGA khusus.
Jadi, gamer, pengguna aplikasi grafis (Adobe Photoshop, 3ds Max), dan pencinta
performa tinggi akan menyukainya. Tentu saja, ada harga yang harus dibayar
untuk performa yang tinggi ini.
B. Core i7 M
Kelebihan Prosesor ini adalah Arrandale (2 inti prosesor) dengan performa
terbaik. Teknologi 32 nm membuatnya bekerja dengan suhu relative rendah.
Kecepatan tinggi, Hyper-threading, dan Turbo boost membuatnya memiliki performa
tinggi. Apabila dipadu dengan VGA tambahan, Komputerberbasis Core i7 M akan
menjadi pilihan yang sangat baik bagi pencinta performa tinggi. Kemampuannya
bahkan dapat bersaing dengan Core i7 QM. Kekurangannya, jauh
lebih mahal daripada i5 + komponen pendukungnya mahal.
C. Core i5 M
Kelebihan, prosesor ini memang memiliki 2 inti prosesor (dual core). Akan tetapi,
tersedianya Hyper-threading membuatnya tampil seakan memiliki 4 inti prosesor.
Turbo boost menjadi andalannya dalam hal performa. Sementara itu, VGA
terintegrasinya sudah mencukupi untuk pemutaran film HD 1080p, bahkan film
Blu-Ray. Jika perlu, beberapa game 3D ringan pun bisa dimainkannya. Kekurangannya, kalah
performa dari i7.
D. Core
i3 M
Kelebihan, Meski tidak dilengkapi Turbo boost, performa Core i3 tetap memikat.
Hyper-threading membuat kemampuannya dapat dipakai secara maksimal. VGA-nya pun
sudah lebih dapat diandalkan dibandingkan VGA onboard terdahulu. Jika dana Anda
terbatas namun menginginkan performa dari arsitektur terbaik Intel, Core i3
adalah pilihan yang jauh lebih unggul dibandingkan Core2 Duo. Kekurangannya, tidak
dilengkapi Turbo boost.
REFERENSI
Mengenal Perbedaan Processor Intel Core
i3, Core i5 dan Core i7 | Dark- Devilz http://www.dark-devilz.com/2012/09/mengenal-perbedaan-processor-intel-core.html#ixzz2AsuISjhH
http://riyandayani.blogspot.co.id/2013/11/makalah-processor-core-i-i3-i5-i7-pak.html
http://www.acerid.com/2010/03/mengenal-prosesor-notebook-intel-core-i3-i5-dan-i7/
http://ainirusydi.blog.upi.edu/2013/09/16/5/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar